Senin, 24 Desember 2012

Sel dan Jaringan




Sel
         Bagian terkecil dari tubuh manusia
       Tempat terjadinya sebagian besar reaksi kimia untuk mempertahankan kehidupan
    Manusia terdiri dari susunan sel-sel dengan suatu bentuk dan fungsi yang berbeda
Bentuk sel
  1. Bentuk dasar yang telah berhasil diisolasi adalah bulat, ex: sel darah merah, sel lemak dan sel telur.
  2. Bentuk dasar berubah karena terspesialisasi berdasarkan fungsi, ex: sel syaraf berbentuk spt bintang dan sel otot polos berbetuk spindel.
  3. Penggepengan sel akibat kontak dengan permukaan

Fungsi sel
  1. Sel berisi materi hereditas  membawa instruksi dalam bentuk kode untuk proses sintesis sebagian besar komponen selular.
  2. Sel melakukan aktivitas metabolik dikatalis reaksi kimia shg terjadi proses sintesis dan penguraian mol.organik
Struktur Sel
Bagian-bagian sel meliputi :
  1. Membran sel
  2. Sitoplasma
  3. Inti Sel (nukleus)

Bagian Lain :
Organel – organel sel
  1.  Mitokondria
  2.  Ribosom
  3.  Retikulum endoplasma
  4.  Badan (aparatus) golgi
  5.  Lisosom
f.         Peroksison (mikrobodi)

a.     Membran sel
             Tersusun dari :
        Lapisan ganda molekul lipid
        Protein globular
          Fosfolipid paling sering ditemukan dalam membran. Lipid lainnya kolesterol dan glikolipid.
        Mol.fosfolipid disusun dalam lapisan ganda (membran lipid bilayer)
        Bag kepala mol.berupa fosfat polar (larut air)
        Bagian ekor molekul berupa asam lemak nonpolar (tidak larut air)
b. Protein, terdiri dari protein perifer dan integral.
ü  Protein integral
      Pembentuk utama protein membran
      Protein transmembran menyebar ke seluruh lap.ganda, membentuk saluran (pori) untuk transpor zat melewati membran (untuk mol polar)
      Fungsi:  
       - Sebagai enzim permukaan
                                     - Berikatan dgn KH membentuk sisi reseptor untuk menerima pesan kimia
                                     - Pemberi tanda atau antigen, yang jadi identitas sel
ü  Protein Perifer
      Terikat longgar pada permukaan membran, shg mudah terlepas
      Terlibat dalam struktur pendukung dan perubahan bentuk membran saat pembelahan atau pergerakan sel
b. KH
      Terikat pada lipid atau protein
      Glikolipid dan glikoprotein memberikan sisi pengenal permk untuk interaksi antar sel.
Fungsi membran sel:    
  1. Sebagai sisi reseptor dan komunikasi sel
  2. Memisahkan isi sel dengan cairan ekstraselular
  3. Sebagai barier permeabel yang selektif, mengatur aliran zat ke dalam dan ke luar sel
Organel sel
  1. Mitokondria
Ø  Terdiri dari krista dan matrik (berisi protein, DNA, RNA, ribosom)
Ø  Fungsi : respirasi sel (pembentukan energi dalam bentuk ATP)
  2.Ribosom 
  Ø  Ditemukan sbg granul individual atau dalam kelompok (poliribosom) 
Ø  Berada dalam bentuk bebas dan terikat
Ø  Fungsi : Sintesis protein
3. Retikulum endoplasma
Ø   tersusun dari jaring-jaring rongga (sisterna)
Ø   ada RE halus (agranular) dan RE kasar (granular)
Ø   Fungsi : transpor dan penyimpanan produk sel
 RE kasar menonjol dalam sel yang khusus untuk sekresi protein, ex : enzim pencernaan
4.       Lisosom
Ø  mengandung hampir 50 jenis enzim hidrolitik yang mampu menguraikan hampir semua  makromolekul.
Ø   Lisosom primer mengandung enzim, lisosom sekunder mengandung enzim dan hasil degradasi
Ø   Fungsi:  - Pencernaan sel
-          Berperan dalam pertumbuhan dan perbaikan selular normal
-Autolisis (kantong bunuh diri untuk sel)
5. Peroksisom
          Organel kecil, terikat pada membran
          Mengandung enzim destruktif
          Fungsi:
        Melindungi sel dari pengaruh hidrogen peroksida (H2O2) yang merusak
        Metabolisme lipid
Nukleus
         Terdiri atas:
-    Membran nucleus
-     Nukleuplasma
-    Nukleolus
-    Kromatin tersusun dari rantai pilin DNA yg terikat pada protein basa histon, beragam jumlah RNA dan protein nonhiston lain serta enzim. Pada sel yg membelah, kromatin menebal dan berpilin menjadi unit khusus komosom.
Fungsi nucleus
  1. Penting untuk keseluruhan aktivitas selular
  2. Mengandung materi genetik sel (DNA) yang mengkode informasi untuk sintesis protein dan reproduksi sel


Fisiologi  Sel
-  Mahluk sel satu semua pekerjaan dikerjakan sel itu
-  Uniseluler : semua fungsi dikerjakan dalam 1 sel
-  Multiseluler : tiap sel mempunyai fungsi  sendiri
-  Sel memerlukan makanan O2, kehidupannya dari cairan jaringan
-  Cairan jaringan : 
- mengambil bahan- bahan makanan
- mengeluarkan sisa pembakaran
- peristiwa masuknya zat-zat ke dalam sel,   dan diubah menjadi bagian-bagian  
   sel disebut anabolisme (pembentukan).
-Pemecahan zat-zat dalam sel untuk             mendapatkan tenaga dan panas disebut           
  katabolisme.
                           -Anabolisme dan katabolisme disebut metabolisme. 
Sistim Fungsional Sel
Zat-zat yang diperlukan sel, masuk dapat lewat membran sel melalui 3 jalan :
  1. Transpor pasif : difusi, osmosis, dialisis, filtrasi
  2. Transfor aktif : suatu mekanisme tempat sistem enzim dan zat pembawa khusus zat-zat               melalui membran
  3.  Endositosis dan eksositosis

1.      Sistem transpor pasif
                     a. Difusi
         Pergerakan molekul dari tempat [ ] tinggi ke tempat [ ] rendah akibat pengaruh E termalnya sendiri.
         Dapat berlangsung dalam suatu gas, cairan atau zat padat, melalui membran hidup atau tak hidup yg permeabel untuk mol tsb.
         Kecepatan difusi saring partikel dlm suatu larutan semakin bertambah karena faktor:
         Gradien [ ] tinggi, karena partikel yang terkandung lebih banyak
         BM rendah, mol besar tdk dapat dipindahkan dengan cara bertubrukan satu sama lain
         Peningkatan T, T tinggi meningkatkan gerakan acak parikel
         Difusi sederhana zat yang menembus membran plasma:
         Zat larut lemak, nonpolar, ukuran kecil, tidak bermuatan (ex: O2, CO2, lemak, hormon steroid, alkohol)          difusi melalui membran lipid ganda
         Zat larut air, polar, bermuatan listrik    difusi melalui pori-pori protein saluran (transmembran)
         Contoh peristiwa difusi dalam tubuh: pertukaran oksigen dan karbondioksida di paru-paru.
b.      Dialisis
Pemisahan zat terlarut kristaloid (d = < 1 nm, ex: ion, glukosa, O2) berdifusi melalui membran permeabel untuk partikel tersebut, tapi tidak permeabel untuk zat terlarut koloid (d = 1nm – 10 nm, ex: protein darah)
Dipakai dalam cuci darah untuk penyakit gagal ginjal
c.       Osmosis
Difusi saring mol air melalui membran permeabel selektif, membran yang tidak dapat dilewati sec bebas oleh semua zat terlarut yang ada.
Tekanan osmotik tekanan yang terbentuk dalam larutan akibat osmosis saring yang berlangsung dalam larutan tsb.
Smkn >> [ ] zat terlarut, P osmosis >>
         Dua jenis larutan dengan [ ] partikal zat terlarut yang sama, bersifat isoosmotik thd satu sama lain.

         Larutan hiperosmotik, [parikel zat terlarut] dan P osmosis > larutan yang encer.
         Larutan hipoosmotik, [partikel zat terlarut] dan P osmosis < larutan yang kental.            
         Tonisitas          untuk menjelaskan pengaruh larutan terhadap bentuk atau “tonus” sel menurut hukum osmosis.
         Larutan dikatan isotonis thd cairan sitoplasma sel jika larutan memiliki [ ] = [partikel yg tidak dapat berdifusi]. Air tidak akan berosmosis ke dalam atau ke luar sel.
         Larutan (cairan ekstraseluler) hipotonik terhadap sel jika larutan lebih encer dibanding isi sel, shg air masuk ke dalam sel, sel membengkak sampai dapat pecah
         Hipertonik terhadap sel jika larutan lebih kental dibanding isi sel, air bergerak ke luar sel, sel berkerut (krenasi).
d.      Difusi terfasilitasi
Diperantarai carrier, molekul-molekul yang tidak larut lemak dan terlalu besar (glukosa dan beberapa asam amino) untuk dapat melewati saluran protein dibantu dengan carrier (mol protein khusus pada eksternal membran).
Tidak ada E dikeluarkan, mol menurunkan gradien [ ].
         Akan terbentuk komplek carrier-zat terlarut       larut dalam lapisan lipid ganda       zat terlarut masuk melewati membran      zat terlarut dilepas   carrier memisahkan diri dari komplek kembali ke eksternal membran        proses terjadi berulang
         Carrier sangat selektif (punya kekhususan)
         Difusi terfasilitasi dapat dihambat oleh molekul inhibitor kompetitif dan non-kompetitif yang sangat menyerupai mol zat terlarut.
         Kecepatan aliran zat terlarut pd proses difusi terfasilitasi bergantung pada:
         Perbedaan [ ] di kedua sisi membran
         Jumlah mol carrier yang ada
         Kecepatan pembentukan kompleks carrier-zat terlarut
e.      Filtrasi
Kekuatan gerakan air dan molekul yang dapat berdifusi melewati membran plasma akibat tekanan mekanik dan tekanan cairan yang tinggi.
Contohnya tekanan hidrostatik atau tekanan darah, dmn tekanan darah menyebabkan terjadinya filtrasi yang melewati pembuluh darah khusus diginjal sbg langkah awal pembentukan urin.

2.   Sistem transpor aktif
       Membutuhkan E
Menggerakkan molekul atau ion melawan gradien [ ] (uphill = gerakan ke atas), dr [ ] rendahke [ ] tinggi
       Memungkinkan pergerakan zat tanpa bergantung pada [cairan ekstrasel] dan [cairan   
       intrasel]
           Ada 2 mekanisme:
1.      Mekanisme diperantarai carrier
2.      Transpor masa berukuran besar
Ø  Endositosis
Ø  Eksositosis

1.            Transpor aktif diperantarai carrier
  Carrier berupa protein integral  di sebut “pompa”, ex: pompa ion Na+/K+ (aktif dalam semua sel hidup), pompa Ca2+ (kontraksi otot)
           Pompa Na+/K+ menukar Na intrasel dengan K ekstrasel, berperan dalam terjadinya    
           perbedaan voltase (potensial membran)
           E berasal dari pemecahan ATP menjadi ADP
         Transpor berpasangan (ko-transpor), gabungan difusi dan transpor aktif.
         Contoh : kotranspor ikatan natrium dalam ginjal, dmn glukosa dan asam amino ditranspor secara aktif melewati sel-sel tubulus ginjal sedangkan natrium berdifusi secara pasif.


2.            Transpor masa berukuran besar
Proses aktif, mentranspor partikel besar dan makromolekul menembus membran plasma dengan membungkusnya dalam suatu bagian untuk membentuk kantung atau vesikel (vakuola) yg melekat pada membran.
A.     Endositosis
Terdiri dari:
-  Fagositosis (makan)     menelan zat padat besar dengan cara melipat membran    
   plasma untuk membentuk suatu vesikel fagositik.
-  Pinositosis (minum) menelan tetesan kecil cairan ekstraselular, yg    
                   mengandung nutrien yg sudah terurai, dan memasukkan ke dalam
-    Endositosis diperantarai reseptor
  Proses pengikatan molekul reseptor di permukaan sel dengan zat tertentu yg disebut ligan. Komplek mengalami proses endositosis.
B. Eksositosis
Ø  Suatu cara untuk melepas produk ke dalam cairan akstraseluler
Ø  Substansi yg akan dilepas,dibungkus dalam vesikel,yg berfusi dgn membran sel agar dpt keluar
Ø  Cth: pelepasan produk dr sel2 sekretori pankreas dan pelepasan transmiter kimia dari sel2 saraf di ujung pusat

Pergerakan Sel
-       Gerakan Amuboid
-       Gerakan Silia
Jaringan Dasar Tubuh
Jaringan merupakan sekumpulan sel-sel yang pekerjaannya tersusun menjadi satu dan mempunyai fungsi tertentu.
           Macam Jaringan
            1. Jaringan penutup
                         - epitel
                         - endotel
            2.  Jaringan penunjang
                         - Jaringan ikat
                         - Jaringan rawan
                         - Jaringan tulang
           3. Jaringan otot
           4. Jaringan Saraf
           5. Jaringan cairan
          
           Jaringan Otot
         Terdiri dari sel-sel otot yang bentuknya panjang dan ramping
         Tiap otot mempunyai serabut otot dan serabut otot dikumpulkan menjadi sebuah alat tubuh disebut otot (daging)

Bentuk dan fungsi otot terdiri dari:
1.Otot serat lintang/otot lurik
           - Menyerupai garis-garis melintang
           - Warna : merah tua
           - Berkontraksi menurut kemauan kita
           - Terdapat : hampir di seluruh badang 2.5 dan2.6
2.      Otot Polos
Terdiri dari sel yang bentuknya licin
Kontraksinya : tidak menurut kemauan kita (otot tak sadar)




3.      Otot Jantung
Bentuknya serat lintang tetapi berkontraksi tidak di bawah pengaruh kita (fungsinya seperti otot polos)
Kalau otot bekerja keras, lama-kelamaan sel otot menjadi besar (hipertrofi) dan kalau otot tidak diprgunakan maka ia akan menjadi kecil (atrofi)
       4 . Otot Rangka
Otot lurik yang terikat pada tulang dan Fascia membentuk daging dari anggota badan dan dinding tubuh
Pembukus otot = epimisium
a.Kontraksi
Keadaan kontraksi serat otot jadi pendek, karena mekanisme pergeseran filamen meliputi perubahan posisi kedua miofolamen bergeser saling menarik. Proses ini memerlukan enegi.
b.         Peredaran Darah
             Arteri menembus epimisum dan mencapai substansi otot dan bercabang lebih kecil     
             dalam perimisum berakhir sebagai kapiler dalam endomisium
c.          Persarafan
             Setiap otot dipersarafi oleh satu atau lebih saraf. Saraf ini mengandung serat-serat  
             motorik, serat sensorik, dan otonom untuk pembuluh darah secara fungsional.

Otot Jantung
Bersifat lurik berkontraksi secara ritmik (automatis) hanya terdapat pada miokard dan dinding pembuluh darah jantung.
  1.   Kontraksi
  2.   Jaringan Ikat
c.         Regenerasi

Jaringan Otot Polos
Serabut otot membentuk kontraksi pada dinding saluran cerna, sistim pernapasan, perkemihan, reproduksi, arteri, vena, pembuluh limpa
Jaringan Saraf
Terdiri dari : sel saraf yang panjang dan halus
Mempunyai inti sel
Bentuk sel : seperti bintang, mempunyai ekor panjang gb .1.8
          Untuk melakukan gerakan baik oleh badan secara keseluruhan maupun berbagai bagian tubuh
          Jaringan ikat fibrosa mengikat serat-serat otot menjadi satu sebagai pembungkus dan pelindung sehingga tarikan berlangsung efektif
Macam-macam Saraf
Saraf motorik (saraf penggerak), membawa  rangsangan otak dan sumsum tulang belakang menuju otot dan kelenjar, akibatnya otot menegang (kontraksi) dan kelenjar mengeluarkan getah
Saraf sensoris : (saraf perasa)                                                   
Saraf yang membawa rangsangan dari luar menuju pusat.
Jaringan saraf ada 3 unsur :
• Unsur yang berwarna abu-abu
• Unsur yang berwarna putih
• Neuroglia


Pada neuron/sel saraf ada 2 sifat :
Ø  Iritabilitas : Kapasitas untuk memberikan jawaban terhadap rangsangan fisik dan zat                                    kimia dengan permulaan suatu impuls
Ø   Konduktivitas   : kemampuan untuk menghantarkan impuls  
Ø  Neuron mudah terangsang dan beraksi terhadap rangsangan
Ø  Rangsangan berkontak dengan yang lain disebut : synaps. Neuron mempunyai perikarion, badan sel utama mengandung intisel dan mempunyai satu/lebih cabang yang ramping, yaitu :
              a.  Dendrit : bercabang banyak
              b.  Akson (neurit) : hanya satu tumbuh dari tiap  badan sel
Lengkung Refleks :
Gerakan manusia melibatkan lengkung refleks, yang paling sederhana melibatkan dua neuron, 1 neuron aferen (sensorik), neuron eferen (motorik)
a.                Neuron
              Setiap neuron terdiri dari sebuah badan sel  (perikarion), satu akson dan beberapa dendrit.
b.          Perikarion  
              Dibentuk oleh inti dan sitoplasma sekelilingnya, mempunyai fungsi eseptif.
c.           Inti  
              Intinya lebih besar
d.               Organel Sitoplasma
e.               Sinaps 
              Tempat transmisi suatu impuls (rangsangan) saraf, sinyalnya bisa diteruskan secara langsung ke sel.  Rangsangan/sinyal dipindahkan dari satu sel ke sel lain oleh substans neurotransmisiter

Tidak ada komentar:

Posting Komentar